Rapat Koordinasi PKPRI Wiker Kediri Di Aula KPRI Kota Blitar 20 November 2016

Rakor PKPRI se Wilke Kediri Di Kota Blitar.

Minggu 20 November 2016, di Aula Wisma PKPRI Jl. Kalimantan No. 30 Kota Blitar diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) PKRI se-Wilker Kediri yang dihadiri seluruh anggota Wilker yang terdiri dari 6 PKPRI (Kediri Kab/Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar).

Dalam kesempatan itu Ketua PKPRI Kota Blitar Bpk. H. Moh. Sodiq selaku Shohibul Bait pada sesi pembukaan menyampaikan Ucapan terimakasih pada ketua GKPRI Jawa Timur Bpk. H. Alwi, Koordinator Wilker Kediri Bpk. Drs. H. Mualif dan seluruh peserta Rakor yang hadir. Disampaikan juga beberapa informasi terkait perkembangan usaha PKPRI Kota Blitar, yang diawali dari proses pemisahan PKPRI Kota Blitar pada tahun 1990 dengan nama PKPN Kota Madya Blitar. selanjutnya dengan kegigihan dan keuletan pengurus yang dikomandani Alm. Bpk. H. sartono  waktu itu merintis beberapa usaha USP, Perumahan dan Swalayan juga wartel.

Pada perkembangannya unit usaha perumahan memiliki perkembangan yang cukup menggembirakan, dari situlah akhirnya PKPRI mendapatkan aset tanah dan Kantor yang di jl. Kalimantan, berberda dengan unit usaha perumahan unit usaha swalayan tidak mampu berkembang dengan baik, selanjutnya unit usaha ini di tutup dan gedung swalayan disewakan.       Melalui RARK dan RAPB tahun 2014 diputuskanlah pembangunan Wisma yang ditargetkan dalam waktu 1,5 tahun pembangunan gedung dapat dirampungkan. Tepat tanggal 24 Oktober 2016 Walikota Blitar Bpk. Samanhudi Anwar, SH meresmikan wisma dan Gedung Baru PKPRI dengan nama “Wisma PKPRI” sehingga sejak itu wisma PKPRI resmi beroperasional.

Dalam kesempatan itu Bpk. Alwi menyampaikan beberapa informasi dan pesan, pertama tentang pentingnya kemandirian, dimana dalam situasi ekonomi yang sangat sulit seperti sekarang, kemandirian harus betul – betul dimiliki oleh seluruh Koperasi agar tidak terlalu bergantung pada pihak lain, dalam mewujudkan kemandirian itu penting kiranya kiita membangun kebersamaan, kerjasma antar koperasi dalam berbagai hal baik permodalan maupun usaha.

Kedua, terkait Teks amnesti perpajakan, Bpk. H. Alwi menghimbau dengan sangat agar seluruh jajaran PKPRI dan KPRI dapat memanfaatkan Teks Amnesti dengan baik. Diharapkan juga agar dapat mengambil kesempatan pengampunan pajak ini, dimana ini digambarkan seperti kita umat mslim melakukan Taubatan nasuha, sehingga segala yang terjadi pada saat lampau terkait kewajiban dan dosa-dosa perpajakan kita akan diampuni dengan membayar denda. GKPRI sudah ikut program Teks Amnesti dan ternyata cukup sederhana dan tidak rumit, bahkan cukup sehari untuk menyelesaikan administrasinya. Di akhir acara Bpk. H. alwi mengajak seluruh peserta yang hadir untuk memekikkan yel koperasi : Koperasi, kemandirian, kesejahteraan. (MAS)